Situs kumpulan pengertian dan contoh artikel

Pengertian Qurban dan Tujuannya Lengkap

Pengertian Qurban - Tak terasa, beberapa hari lagi seluruh umat Islam kembali merayakan hari Raya Qurban. Hari raya yang senantiasa dinanti kehadirannya oleh umat muslim ini jatuh pada 10  Dzulhijjah setiap tahunnya.

Pengertian Qurban

Sebagai umat muslim tentunya kita harus tahu apa pengertian qurban dan apa makna kita merayakan Hari Raya Qurban? Nah, buat anda yang belum mengetahuinya, berikut kami bagikan penjelasannya.
Pengertian Qurban dan Tujuannya

• Pengertian Qurban Menurut Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Alaihisallam
Pemahaman tentang pengertian qurban merujuk pada kisah Nabi Ibrahim bersama anaknya Nabi Ismail Alaihisallam.  Berdasarkan kisah kedua utusan Allah tersebut kita  bisa menggali  berbagai hal tentang pengertian qurban. Pengertian qurban merujuk pada makna tentang  kepatuhan dan keikhlasan menjalankan perintah Allah. Qurban ialah hewan tertentu yang disembelih oleh manusia dengan tujuan manusia menjadi semakin dekat dengan kasih sayang Allah. Dalam fiqh qurban dikenal dengan istilah “udhiyya”  yang memiliki makna  hewan disembelih saat perayaan Idul Adha.  Menyembelih hewan dikenal dengan istilah “tadhiyya” yang bermakna proses menyembelih hewan khusus pada momen tertentu dengan tujuan untuk menjalankan perintah Tuhan dan niat beribadah.

• Pengertian Qurban Menurut Ustadz dr. Amir Faishol Fath
Berdasarkan salah satu materi ceramahnya,  Ustadz dr. Amir Faishol Fath menjelaskan bahwa pengertian qurban berasal dari kata Qoroba Yaqrobu yang  bermakna semakin mendekat. Oleh sebab itu pengertian qurban merujuk pada salah satu bentuk ibadah dimana seseorang berusaha mendekatkan diri pada  Allah Subhanahu Wata’ala. Selain pengertian qurban sebagai media untuk mendekatkan diri pada sang pencipta, ibadah qurban juga mengandung faktor hablumminannas yang memiliki makna dapat membagikan  banyak manfaat bagi lingkungan sekitar.

Selain sebagai  bentuk ibadah yang mendekatkan diri kepada sang pencipta, di sisi lain qurban berperan dalam membantu masyarakat di lingkungan sekitar yang kurang mampu  sehingga dapat merasakan lezatnya daging qurban  yang dalam kesehariannya jarang disantap.

• Pengertian Qurban Secara Umum
Secara umum, makna yang sangat mendalam dalam pengertian qurban ialah sebagai bentuk penghambaan umat kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan cara membagikan kebahagiaan dan sukacita kepada sesama. Qurban dipandang sebagai bentuk keshalehan sosial dimana  orang-orang yang melakukan qurban akan merasakan indahnya berbagi dengan lingkungan sekitar. Tentunya hal ini sangat berkaitan dengan makna qurban yang berarti ‘mendekat’. Dengan ibadah qurban, jurang pemisah antara si kaya dan miskin akan terpisahkan. Secara emosional mereka akan semakin dekat karena sama-sama merasakan kebahagiaan dan sukacita merasakan nikmatnya santapan qurban di Hari Raya Idul Adha.

• Pengertian Qurban Secara Etimologi
Secara etimologi,  qurban berasal dari kata “yaqrubu” , “qaruba” dan “qurbanun”  yang bermakna “dekat”.  Arti kata ‘qurbanun” merujuk pada barang yang didekatkan pada Allah SWT atau diartikan sebagai upaya senantiasa mendekatkan diri pada Allah Swt.  Secara bahasa, arti kata qurban ialah pedekatan, maksudnya mendekatkan diri kita pada Allah SWT dengan cara melakukan penyembelihan hewan yang dagingnya dibagikan pada khalayak ramai secara cuma-cuma.

• Pengertian Qurban Menurut Louis Ma’luf
Seorang ulama bernama Louis Ma’luf mengungkapkan pengertian qurban  yakni segala sesuai yang digunakan untuk mendekatkan diri kita pada Allah dalam bentuk binatang sembelihan  ataupun selain binatang  sembelihan.

• Pengertian Qurban dalam Al-Qur’an
Dalam Al-Quran dapat kita temukan penjelasan tentang pengertian qurban sebagai manifestasi ibadah  dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pengertian qurban dapat  semakin kita pahami beradasarkan ayat Al-Qur’an  berikut ini:

“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil), ia berkata: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (qurban) dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Maidah: 27)[9]

Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad saw. bersabda:[11]
Artinya: “Barangsiapa yang mempunyai keleluasaan untuk (menyembelih) kurban lalu ia tidak berkurban, maka janganlah ia dekat ke tempat shalatku.” (HR.Ibnu Majah)

Dalam ayat Al-Qur’an tersebut Ibadah Qurban merujuk pada suatu simbolisasi usaha pendekatan manusia kepada Allah SWT. Pendekatan tersebut berupa pemberian daging qurban bagi kaum miskin. Simbolisasi tersebut memiliki makna yang mendalam, besar dan luas bahwa konsep berbagi dengan sesama ialah  hal penting dalam upaya kita mendekatkan diri pada Allah SWT.

Ibadah qurban memiliki nilai yang sama dengan ibadah zakat fitrah saat akhir puasa Ramadhan dan ucapan salam saat terakhir sembahyang. Kesemuanya itu merupakan wujud pendekatan pada Allah SWT dengan cara mendekatkan diri kita pada sesama manusia.

Tujuan Ibadah Qurban

Tujuan utama dalam Ibadah Qurban sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur’an ialah  untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Ibadah qurban  tidak dengan maksud memperoleh keridlaan selain hanya untuk keridlaan-Nya. Secara  harafiah, beribadah  Qurban bertujuan untuk mendekatkan diri pada Allah SWT dengan cara mendekatkan diri pada manusia khususnya mereka yang mengalami kesengsaraan ( kurang mampu dan hidup di bawah garis kemiskinan).  Binatang sembelihan yang dalam Ibadah Qurban adalah simbol manusia dalam upaya mendekatkan diri  (taqarrub). Baik untuk dekat dengan Allah (taqqarub ila Allah) maupun  untuk akrab dan dekat dengan sesama manusia (taqarrub ila an-nas)

Selain itu, Ibadah Qurban juga memiliki nilai spiritual yakni wujud dari keberanian menanggung resiko yang cukup berat sebagai bentuk kecintaan pada Tuhan dan sesama. Kedudukan, harta bahkan jiwa tak berarti. Hal yang  paling penting dalam kehidupan yang fana ini ialah selalu mendekat dan menyembah Allah SWT. Inilah wujud keimanan dan ketakwaan yang sangat murni dan tinggi dihadapat Tuhan. Tak hanya karena darah dan daging yang dikurbankan  melainkan bagaimana Ibadah Qurban akan memperbaharui kehidupan kita secara total menjadi pribadi yang lebih baik.  Ini membuktikan bahwa kecintaan kita secara total hanya pada Allah SWT  dengan wujud berkurban untuk sesama dengan cinta dan tanpa pamrih.

Nah,  demikian ulasan tentang pengertian qurban dan tujuannya. Makna dan tujuan Ibadah Qurban sangat indah bukan? Semoga ulasan di atas dapat membuka wawasan kita tentang apa makna dari pengertian qurban dan  mengapa kita  harus merayakannya. Selamat mempersiapkan diri  menyambut Hari Raya Qurban.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian Qurban dan Tujuannya Lengkap

  • Wewenang, Tugas, dan Fungsi Bank SentralWewenang, Tugas, dan Fungsi Bank Sentral - Di zaman modern seperti saat ini peran bank sangat vital bagi kehidupan bermasyarakat maupun bernegara. Nah, berbicara mengena ...
  • Pengertian Masa Idah Wanitaldah berarti masa menunggu (tidak boleh menikah) yang diwajibkan atas perempuan yang bercerai dengan suaminya dan ia Sudah dicampuri, atau perempuan yang ditinggal mati ...
  • Prilaku dan Hikmah Beriman Kepada Hari Akhir A. Perilaku yang Mencerminkan Keimanan kepada Hari Akhir Iman kepada hari akhir akan berdampak pada perilaku dalam keseharian. Seseorang yang beriman kepada hari akhir ...
  • Pengertian Sistem, Unsur, Ciri dan KompenennyaPengertian Sistem, Unsur, Ciri dan Kompenennya - Kata sistem sering digunakan untuk melengkapi serta untuk mempertegas arti dari kata tertentu seperti sistem ekonomi, si ...
  • Pengertian Kebijakan Moneter, Jenis, Tujuan, dan FungsinyaPengertian Kebijakan Moneter - Buat Anda yang sering mengikiti berita ekonomi, pastinya sudah tak asing dengan istilah Kebijakan moneter. Seperti yang kita lihat di beri ...