Situs kumpulan pengertian dan contoh artikel

Pengertian Investasi, Tujuan, Bentuk dan Proses Investasi

Pengertian Investasi - Apakah anda sudah punya investasi masa depan? Pertanyaan ini mungkin sudah sering ditanyakan kepada Anda. Kondisi ekonomi yang selalu berubah-ubah dan tidak bisa diprediksi menuntut kita untuk memiliki investasi sebagai sarana berjaga-jaga untuk kebutuhan di masa yang akan datang.
Pengertian Investasi, Tujuan, Bentuk dan Proses Investasi

Untuk lebih memahami apa itu investasi, maka berikut ini kami akan jelaskan tentang pengertian investasi, tujuan, proses pengambilan keputusan, dan jenis-jenis investasi.

Pengertian Investasi

Beberapa pakar ekonomi menjelaskan pengertian investasi secara berbeda-beda, namun dengan maksud yang sama. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Tandelilin mengemukakan bahwa pengertian investasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang dengan cara mengeluarkan sejumlah uang atau sumberdaya lainnya pada sekarang dengan harapan akan memperoleh keuntungan di masa depan.
2. Kamaruddin menjelaskan bahwa investasi adalah suatu kegiatan penanaman modal atau penempatan sejumlah dana pada suatu aktivitas tertentu dengan maksud akan mendapatkan pengembalian yang lebih banyak dari dana awal yang dikeluarkan.
3. Menurut Jogiyanto, pengertian investasi adalah menunda kegiatan komsumsi pada masa kini untuk mendapatkan aset yang produktif atau menghasilkan di masa depan.

Berdasarkan pengertian investasi yang dikemukakan oleh para pakar di atas maka dapat disimpulkan bahwa, investasi adalah komitmen seseorang untuk menunda komsumsinya di masa sekarang dan menempatkan dana atau uangnya pada suatu kegiatan yang diharapkan akan memberikan hasil yang lebih banyak di masa yang akan datang.

Tujuan Investasi

Ada beberapa alasan atau tujuan seseorang untuk berinvestasi, beberapa diantaranya sebagai berikut:

1. Bagi negara yang tingkat inflasinya tinggi seperti Indonesia, investasi bisa digunakan untuk menekan pengaruh inflasi pada uang yang menganggur. Uang atau dana yang ada sekarang, bisa diinvestasikan dengan membeli tanah, properti (bangunan), atau emas yang nilainya semakin meningkat di masa depan.
2. Dengan berinvestasi diharapkan akan memperoleh kehidupan yang lebih layak di masa depan. Contohnya: dana pensiun.
3. Investasi dengan tujuan pengendalian. Contohnya: membeli saham untuk mendapatkan hak kepemilikan dalam suatu perusahaan dan dengan porsi tertentu bisa memiliki hak untuk mengendalikan perusahaan terebut.
4. Untuk mendapatkan pendapatan tetap selama periode investasi. Contoh: deposito dan obligasi untuk mendapatkan bunga, saham untuk mendapatkan deviden, properti untuk mendapatkan uang sewa, dan lain sebagainya.

Proses Pengambilan Keputusan Investasi

Proses pengambilan keputusan investasi meliputi lima langkah:

1. Menetapkan sasaran atau tujuan investasi
Langkah pertama yang harus dilakukan untuk memutuskan untuk berinvestasi adalah menetapkan sasaran yang ingin dicapai oleh pihak akan berinvestasi (perorangan maupun perusahaan). Misalnya, melakukan investasi untuk tujuan pendapatan bunga, deviden, jaminan pendidikan, jaminan hari tua, pengendalian dan lain sebagainya.

2. Membuat kebijakan investasi
Langkah kedua adalah menentukan kebijakan investasi untuk mengalokasikan aset pada berbagai kelas investasi yang ada (properti, reksadana, obligasi, sukuk, dan lain-lain).

3. Memilih strategi portofolio
Langkah ketiga adalah memilih strategi portofolion yang harus disesuaikan dengan kebijakan investasi yang dipilih sebelumnya. Strategi yang dijalankan bisa berupa strategi pasif yang menyerap semua informasi yang sudah tersedia di pasar keuangan. Atau memilih strategi aktif yang mengkombinasikan informasi yang ada di pasar dengan insting investor untuk memilih kombinasi investasi yang diharapkan akan menguntungkan di masa depan.

4. Memilih aktiva/ aset.
Pada tahap pemilihan aset investor berusaha merancang investasi yang efisien, yang berarti bahwa investasi yang dipilih memiliki tingkat pengembalian yang tinggi tetapi dengan risiko yang rendah.

5. Mengukur dan mengevaluasi kinerja
Langkah terakhir dalam proses pengambilan keputusan investasi adalah mengukur dan mengevaluasi kinerja investasi dan kemudian membandingkan dengan kinerja investasi lain. Sehingga investor bisa lebih berhati-hati untuk memilih jenis investasi yang sesuai dengan harapannya.

Bentuk-Bentuk Investasi

1. Saham
Investasi dalam saham bisa dilakukan untuk tujuan jangka pendek atau jangka panjang. Investasi saham untuk tujuan jangka pendek biasanya dilakukan oleh investor yang hanya ingin mendapatkan return saham, jadi investor terssebut membeli saham dengan harga tertentu kemudian dijual dengan harga yang lebih tinggi sehingga keuntungan yang diperoleh adalah selisih nilai jual dengan nilai belinya.

Sedangkan investasi untuk tujuan jangka panjang biasanya dilakukan oleh investor yang ingin memperoleh deviden dari suatu perusahaan atau membeli saham dalam porsi tertentu sehingga bisa memiliki kendali terhadap perusahaan tersebut.

2. Obligasi
Obligasi atau sering juga disebut dengan istilah surat hutang adalah bukti yang menunjukkan bahwa penerbit obligasi meminjam sejumlah uang kepada pemegang obligasi. Dan pada periode yang telah ditentukan penerbit obligasi harus membayar sejumlah bunga kepada investor yang dalam hal ini adalah pemegang obligasi. Atau dengan kata lain, investor yang memilih obligasi sebagai sarana berinvestasi akan mendapatka pendapatan bunga sebagai imbalan. Untuk lebih jelasnya silahkan simak Pengertian Obligasi serta Jenis-jenis Obligasi.

3. Reksadana
Reksadana adalah dana bersama yang dikelolah oleh manajer investasi yang selajutnya akan diinvestasikan ke dalam portofolio efek (diversifikasi investasi).

Reksadana memberi kesempatan kepada investor yang memiliki dana yang terbatas untuk menginvestasikan uangnya ke dalam berbagai bentuk instrument keuangan (saham, obligasi, dan lain-lain), sehingga risikonya akan lebih kecil dibandingkan hanya memilih satu instrumen keuangan saja. Lebih detailnya anda bisa melihat Pengertian Reksadana Beserta Contohnya.

4. Tanah dan Bangunan
Berinvestasi dalam bentuk tanah dan bangunan sangat cocok dilakukan di kota-kota yang masih dalam tahap perkembangan, sehingga diharapkan harga tanah dan bungunan akan semakin tinggi di masa depan. Keuntungan yang diperoleh jika berinvestasi dalam bentuk tanah dan bangunan adalah selisih harga jika nantinya tanah dan bangunan tersebut bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi.

 Ataupun dengan cara dengan cara disewakan sehinggan nantinya keuntungan yang diperoleh berupa uang sewa. Tapi untuk berinvestasi di pada jenis ini, seorang investor harus mempunyai modal yang banyak dan mempunyai insting yang bagus untuk menilai.

5. Emas
Investasi dalam bentuk emas juga sangat popular sekarang ini. Apalagi tingkat inflasi yang semakin tinggi di Indonesia membuat banyak orang mulai enggan untuk menyimpan uang dalam bentuk tabungan dan mulai melirik emas sebagai sarana investasi yang menguntungkan. Selain karena mudah dijual kembali jika butuh dana secara tiba-tiba, harga emas juga stabil bahkan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya inflasi.

Demikian penjelasan singkat mengenai pengertian investasi, tujuan, proses pengambilan keputusan, dan jenis-jenis investasi. Semoga bisa bermanfaat.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian Investasi, Tujuan, Bentuk dan Proses Investasi