Situs kumpulan pengertian dan contoh artikel

Jangka Sorong: Pengertian, Fungsi, dan Cara Penggunaannya

Pengertian Jangka Sorong, Fungsi, Penggunaan, dan Cara Perawatannya - Dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di sekolah, tak jarang para murid akan diperlihatkan berbagai macam peralatan, yang tentu saja berhubungan dengan Ilmu Pengetahuan Alam itu sendiri.

Dalam hal ini Jangka Sorong adalah salah satu alat yang seringkali digunakan khususnya dalam pelajaran Fisika. Nah, terkait terkait jangka sorong, dalam ulasan berikut, kami akan mencoba membahas mengenai pengertian alat ukur yang juga memiliki nama lain SIGMAT dan Vernier Kaliper ini secara lengkap.
Jangka Sorong: Pengertian, Fungsi, Penggunaan, dan Cara Perawatan


1. Pengertian Jangka Sorong

Pada prinsipnya Jangka Sorong adalah sebuah penggaris yang juga memiliki fungsi yang sama yaitu mengukur panjang suatu benda. Perbedaannya, Jangka Sorong memiliki ketelitian yang sangat detail yaitu hingga mencapai seperseratus millimeter. Jangka Sorong sendiri terbagi kedalam dua bagian yakni bagian diam dan bagian bergerak. Walaupun merupakan sebuah alat ukur, tetapi pembacaan pengukurannya sangat tergantung dengan keahlian dan jgua ketelitian dari pengguna.

Tapi seiring berjalannya waktu kini sudah banyak Jangka Sorong keluaran terbaru yang telah dilengkapi dengan digital display. Untuk versi analog, biasanya tingkat ketelitian yang dapat dicapai oleh alat ini adalah 0.05 milimeter untuk alat berukuran dibawah 30 cm dan juga 0.01 untuk yang berukuran dibawah 30 cm.

2. Bagian-bagian Jangka Sorong

Jangka sorong terbagi ke dalam beberapa bagian berbeda yang memiliki fungsinya masing-masing. Berikut adalah bagian-bagian jangka sorong beserta fungsinya:

a. Rahang dalam atau Internal Jaws : Berfungsi untuk mengukur dimensi bagian dalam
b. Rahang luar atau Eksternal Jaws : Berfungsi untuk mengukur dimensi bagian luar
c. Baut pengunci atau Locking Screw : Berfungsi sebagai pengunci rahang
d. Imperial Scale : Berfungsi sebagai skala dalam satuan inci
e. Metric Scale : Berfungsi sebagai skala dalam satuan millimeter
f. Depth Measuring Blade : Berfungsi sebagai batang ukur kedalaman

3. Fungsi Jangka Sorong

Sebagai alat pengukur, Jangka Sorong memiliki berbagai macam fungsi yang antara lain adalah:

1. Untuk mengukur diameter luar dari sebuah benda atau objek
2. Untuk mengukur diameter dalam dari sebuah benda atau objek
3. Untuk mengukur kedalaman dari sebuah benda atau objek
4. Untuk  mengukur ketebalan dari sebuah benda atau objek

4. Cara menggunakan Jangka Sorong

Untuk menggunakan jangka sorong sebenarnya tidak terlalu sulit. Berikut adalah tata cara penggunaan jangka sorong:

a. Mengukur diameter dalam
1. Pertama-tama geser terlebih dahulu jangka sorong sedikit kekanan
2. Letakan objek yang akan diukur kemudian atur posisi agar kedua rahang jangka dapat masuk ke objek tersebut.
3. Geser rahang tadi kekanan sehingga membuat kedua rahang menyentuh dinding dalam benda tersebut

b. Mengukur diameter luar
1. Pertama-tama geser terlebih dahulu rahang jangka sorong kekanan sehingga benda yang akan diukur masuk diantara kedua rahang
2. Masukan benda atau objek yang akan diukur diantara rahang
3. Kemudian geser bagian rahang atas kekiri sehingga objek yang diukur secara pasti terjepit oleh kedua rahang

c. Mengukur kedalaman
1. Pertama-tama posisikan benda yang akan diukur secara posisi berdiri tegak. Dalam hal ini saya beri contoh sebuah gelas
2. Kemudian putar jangka pada posisi tegak lalu letakkan ujung jangka sorong kepada permukaan gelas yang akan diukur.
3. Kemudian geser rahang jangka tersebut kebawah hingga ujung batang pada jangka tersebut menyentuh bagian dasar gelas.

5. Cara membaca Jangka Sorong

Untuk dapat membaca angka pada Jangka Sorong sebenarnya cukup sederhana. Pertama-tama lihaltlah skala utama pada bagian depan Jangka Sorong. Kemudian lihat nilai yang terlihat terukur lurus bersama angka nol pada skala nonius. Dalam hal ini, dapat menunjukan posisi berhimpitan bersama garis pada skala utama dan juga bisa tidak. Jika tidak, gunakanlah nilai skala ytama terdekat pada bagian kirinya. Dalam tahap ini, ketelitian yang didapatkan mencapai angka 1 milimeter.

Kemudian lihatlah pada bagian skala nonius kemudian cari angka dalam skala nonius yang berhimpitan dengan garus pada skala utama. Pengukuran dengan cara ini memiliki ketelitian hingga mencapai 0,1 milimeter. Jika sudah, jumlahkanlah angka tersebut.

6.  Cara kalibrasi Jangka Sorong

Kalibrasi adalah proses untuk menentukan kebenaran konvensional dari nilai ukur alat ukur tersebut. Kalibrasi ini sangatlah penting dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi alat ukur dalam keadaan prima dan tepat. Seperti alat ukur lainnya, jangka sorong juga membutuhkan kalibrasi.

Untuk mengalibrasi jangka sorong sejatinya cukup mudah dan sederhana. Pertama-tama bersihkan terlebih dahulu jangka sorong anda dari kotoran-kotoran yang menempel. Kemudian perlahan-lahan longgarkanlah baut pengunci pada jangka sorong. Setelah itu, geser rahang caliper dan rahang geseng sehingga posisinya saling berhimpit. Kemudian yang terakhir anda dapat mulai melakukan pembacaan kalibrasi seperti ini:

Strip Angka 0 (NOL) awal yang berada di Skala Geser berada tepat segaris pada strip Angka Nol (0) di Skala Utama

Strip Angka 0 (NOL) awal yang berada di Skala Geser berada tepat segaris pada salah satu strip yang berada pada Skala Utama

7. Cara Merawat Jangka Sorong yang Benar

Selain melakukan kalibrasi, cara yang tepat untuk membuat jangka sorong anda selalu dalam keadaan maksimal adalah dengan merawatnya dengan tepat. Berikut adalah tips merawat jangka sorong dengan benar:

a. Tempatkan jangka sorong pada tempatnya setelah digunakan
b. Sebisa mungkin hindarkan jangka sorong dari benturan keras
c. Hindari menjatuhkan jangka sorong ke lantai
d. Bersihkan debut atau kotoran yang menempel sebelum dan sesudah pemakain. Sebaiknya gunakan kain bersih dan halus untuk proses ini.
e. Pakailah pelumas pada permukaan peluncur dan juga bagian-bagian lainnya setiap kali selesai pemakaian
f. Simpan pada tempat yang bebas dari sinar matahari langsung ataupun yang memiliki kelembapan tinggi

Nah itu dia ulasan mendetail mengenai pengertian jangka sorong dan juga seluk-beluknya. Semoga dengan adanya ulasan di atas dapat memberikan pembaca pengetahuan yang memadai terkait jangka sorong dan juga cara merawat serta memaksimalkan fungsinya.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Jangka Sorong: Pengertian, Fungsi, dan Cara Penggunaannya

  • Pengertian Toleransi, Macam, Fungsi, dan ContohnyaPengertian Toleransi - Indonesia adalah Negara dengan kultur dan budaya yang sangat beragam. Berbagai macam budaya, suku, ras, dan agama terdapat di Negara Kesatuan Repu ...
  • Pengertian dan Ciri-Ciri EchinodermataEchinodermata merupakan hewan berkulit duri. Echinodermata memiliki ciri-ciri antara lain:a.    tubuh simetri bilateral,b.    habitat di la ...
  • Pengertian dan Ciri-Ciri PoriferaPorifera berasal dari kata Porus yang artinya lubang kecil dan Ferre yang artinya membawa. Jadi, porifera adalah hewan yang memiliki lubang-lubang kecil pada tubuhnya.Ci ...
  • Pengertian Aliran Energi 1. Rantai Makanan dan Jaring-Jaring Makanan Interaksi antara komponen biotik dengan biotik membentuk rantai makanan. Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan d ...
  • Pengertian dan Ciri-Ciri CoelenterataCoelenterata merupakan hewan yang berongga. Coelenterata memiliki ciri-ciri antara lain:a.    tubuh Coelenterata bersifat simetris radial dan diplobastik, ...