Cara Mengatasi Masalah Masyarakat Multikultural - Dalam setiap masyarakat multikultural pasti memiliki potensi terhadap konflik. Hal ini disebabkan struktul sosial pada setiap kelompok sosial memiliki perbedaan dalam persepsi, selera, nilai-nilai, norma, dan lain sebagainya sehingga berpotensi menjadi konflik. Oleh karena itu, perlu upaya pemecahan masalah tersebut. Berikut ini alternatif yang dapat digunakan dalam mengatasi masalah akibat keanekaragaman masyarakat multikultural.
1. Alternatif Pemecahan Masalah Konflik Antaretnis dan Antarpemeluk Agama
Pandangan primordialisme yang menganggap dirinya memiliki kebudayaan yang superior perlu diwaspadai Sehingga tidak merusak tatanan sosial. Nilai-nilai positif dari bangsa asing harus kita contoh demi kemajuan bersama.
2. Alternatif Pemecahan Masalah Proses Integrasi yang Bersifat Terpaksa
Untuk menciptakan suatu integrasi sosial memang sangat sulit dilakukan terutama dalam masyarakat yang memiliki tingkat keanekaragaman kelompok sosial yang tinggi. Diperlukan sikap pengorbanan, sikap toleransi yang besar dan upaya yang kuat untuk melawan prasangka dan diskriminasi. Dengan demikian, hal yang harus dikembangkan adalah pendidikan multikultural dan paham mtiltikulturalisme yang mengakui keberadaan etnis dan budaya masyarakat suatu bangsa.
3. Alternatif Pemecahan Masalah kesenjangan Aspek Kemasyarakatan
Salah satu upaya untuk meminimalkan kesenjangan dalam aspek kemasyarakatan adalah ditetapkannya otonomi daerah yang memberikan keleluasaan kepada masyarakat daerah dalam mengatur urusan daerahnya sendiri.
4. Alternatif Pemecahan Masalah Kesenjangan yang Berkaitan dengan Aspek Material
Untuk mengatasi suatu kesenjangan aspek material dan pembangunan antara Jawa dan luar Jawa, misalnya antara desa dan kota atau antara miskin dan kaya memang dibutuhkan upaya dari berbagai pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, ataupun masyarakat dari lembaga-lembaga terkait. Dengan adanya otonomi diharapkan daerah dapat mengembangkan potensi alam dan juga potensi sumber daya manusianya agar dapat bersaing menyongsong era globalisasi.
1. Alternatif Pemecahan Masalah Konflik Antaretnis dan Antarpemeluk Agama
Pandangan primordialisme yang menganggap dirinya memiliki kebudayaan yang superior perlu diwaspadai Sehingga tidak merusak tatanan sosial. Nilai-nilai positif dari bangsa asing harus kita contoh demi kemajuan bersama.
2. Alternatif Pemecahan Masalah Proses Integrasi yang Bersifat Terpaksa
Untuk menciptakan suatu integrasi sosial memang sangat sulit dilakukan terutama dalam masyarakat yang memiliki tingkat keanekaragaman kelompok sosial yang tinggi. Diperlukan sikap pengorbanan, sikap toleransi yang besar dan upaya yang kuat untuk melawan prasangka dan diskriminasi. Dengan demikian, hal yang harus dikembangkan adalah pendidikan multikultural dan paham mtiltikulturalisme yang mengakui keberadaan etnis dan budaya masyarakat suatu bangsa.
3. Alternatif Pemecahan Masalah kesenjangan Aspek Kemasyarakatan
Salah satu upaya untuk meminimalkan kesenjangan dalam aspek kemasyarakatan adalah ditetapkannya otonomi daerah yang memberikan keleluasaan kepada masyarakat daerah dalam mengatur urusan daerahnya sendiri.
4. Alternatif Pemecahan Masalah Kesenjangan yang Berkaitan dengan Aspek Material
Untuk mengatasi suatu kesenjangan aspek material dan pembangunan antara Jawa dan luar Jawa, misalnya antara desa dan kota atau antara miskin dan kaya memang dibutuhkan upaya dari berbagai pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, ataupun masyarakat dari lembaga-lembaga terkait. Dengan adanya otonomi diharapkan daerah dapat mengembangkan potensi alam dan juga potensi sumber daya manusianya agar dapat bersaing menyongsong era globalisasi.
5. Alternatif Pemecahan Masalah Kesenjangan Mayoritas dan Minoritas
Tantangan bagi kita sebégai bangsa adalah bagaimana kita dapat hidup damai dengan kenyataan adanya golongan dalam masyarakat kita, baik mayoritas maupun minoritas apapun latarbelakang, suku, ras, agama, kebudayaan, bangsa ataupun asal usulnya. Kemudian yang lebih penting lagi adalah bagaimana kita menjalin hubungan serta kerjasama dan saling menerima, saling membantu,dan saling menguntungkan.
6. Perlunya Pendidikan Multikultural
Untuk mendukung dan menyosialisasikan paham multikultgralisme dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak:,Dalam hal ini dibutuhkan beberapa perilaku dari individu-individu yang bersangkutan, seperti kepercayaan dan toleransi, kepedulian, penerapan hukum serta sikap keterbukaan.
a. Kepercayaan dan Toleransi
Kepercayaan berarti kita bisa mempercayai orang lain dan sebaliknya, kita bisa dipercaya.
b. Pengembangan Sikap Kepedulian terhadap Sesuatu yang Berbeda
Sebagai masyarakat yang multikultural adalah sikap kepedulian terhadap budaya ataupun kelompok lain yang berbeda perlu dikembangkan dari disosialisasikan sejak dini kepada generasal penerus bangsa agar tercipta kepekaan sosial dan kerja sama yang saling menguntungkan di antara berbagai kelompok yang memiliki latar belakang etis, agama, budaya, dan adat-adat yang berbeda,
c. Adanya Penerapan Hukum yang Konsekuen dan Konsisten
Salah satu kunci keberhasilan penerapan ideologi multikulturalisme adalah penerapan hukum yang baik, Untuk menerapkan hukum yang konsekuen dan konsisten dibutuhkan orang-orang yang jujur dan adil sehingga tidak memihak salah satu golongan atau kelompok.
d. Mengembangkan Sikap Keterbukaan
Fundamentalisme pada dasarnya memutlakkan pendapat seseorang mengenai kebenaran, ideologi atau agama yang dianut. Melalui bidang pendidikan, generasi muda harus lebih mengenal berbagai kebudayaan yang masih hidup di tanah air. Memberi kesempataan untuk mengembangkan apresiasi dan toleransi dalam rangka terjadinya cross culture (lintas budaya) di lingkungan generasi muda. Contoh yang bisa kita ambil adalah gerakan pramuka dalam suatu jambore internasional ataupun pertukaran pelajar.
Tantangan bagi kita sebégai bangsa adalah bagaimana kita dapat hidup damai dengan kenyataan adanya golongan dalam masyarakat kita, baik mayoritas maupun minoritas apapun latarbelakang, suku, ras, agama, kebudayaan, bangsa ataupun asal usulnya. Kemudian yang lebih penting lagi adalah bagaimana kita menjalin hubungan serta kerjasama dan saling menerima, saling membantu,dan saling menguntungkan.
6. Perlunya Pendidikan Multikultural
Untuk mendukung dan menyosialisasikan paham multikultgralisme dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak:,Dalam hal ini dibutuhkan beberapa perilaku dari individu-individu yang bersangkutan, seperti kepercayaan dan toleransi, kepedulian, penerapan hukum serta sikap keterbukaan.
a. Kepercayaan dan Toleransi
Kepercayaan berarti kita bisa mempercayai orang lain dan sebaliknya, kita bisa dipercaya.
b. Pengembangan Sikap Kepedulian terhadap Sesuatu yang Berbeda
Sebagai masyarakat yang multikultural adalah sikap kepedulian terhadap budaya ataupun kelompok lain yang berbeda perlu dikembangkan dari disosialisasikan sejak dini kepada generasal penerus bangsa agar tercipta kepekaan sosial dan kerja sama yang saling menguntungkan di antara berbagai kelompok yang memiliki latar belakang etis, agama, budaya, dan adat-adat yang berbeda,
c. Adanya Penerapan Hukum yang Konsekuen dan Konsisten
Salah satu kunci keberhasilan penerapan ideologi multikulturalisme adalah penerapan hukum yang baik, Untuk menerapkan hukum yang konsekuen dan konsisten dibutuhkan orang-orang yang jujur dan adil sehingga tidak memihak salah satu golongan atau kelompok.
d. Mengembangkan Sikap Keterbukaan
Fundamentalisme pada dasarnya memutlakkan pendapat seseorang mengenai kebenaran, ideologi atau agama yang dianut. Melalui bidang pendidikan, generasi muda harus lebih mengenal berbagai kebudayaan yang masih hidup di tanah air. Memberi kesempataan untuk mengembangkan apresiasi dan toleransi dalam rangka terjadinya cross culture (lintas budaya) di lingkungan generasi muda. Contoh yang bisa kita ambil adalah gerakan pramuka dalam suatu jambore internasional ataupun pertukaran pelajar.