Situs kumpulan pengertian dan contoh artikel

Pengertian Integrasi Nasional, Faktor-Faktor dan Contohnya

Pengertian Integrasi Nasional - Suatu Negara membutuhkan fondasi yang kokoh untuk menahannya tetap berdiri dan tidak mudah terpecah belah. Sebuah Negara dituntut memiliki rakyat yang paham arti menghargai satu sama lain dan toleransi terhadap umat beragama. Dan jika bicara mengenai pengait atau pemersatu antar masyarakat atau umat satu dengan yang lain maka itulah konteks mengenai Integrasi Nasional.
Pengertian Integrasi Nasional, Faktor-Faktor dan Contohnya

Pengertian Integrasi Nasional

Integrasi nasional adalah kesadaran akan identitas  di antara warga negara. Ini berarti, meskipun kita termasuk dalam kasta, agama dan wilayah yang berbeda dan berbicara dalam bahasa yang berbeda, kita menyadari kenyataan bahwa kita semua adalah satu.

Namun integrasi nasional tidak hanya menyangkut semangat nasional. Ini melibatkan perasaan yang membawa orang-orang dari semua bidang, dialek dan kepercayaan kedalam usaha bersama untuk menciptakan sebuah Negara yang kokoh. Dalam sebuah lingkungan Integrasi Nasional individu cenderung bekerja sama untuk membangun sistem yang meningkatkan kemakmuran suatu bangsa dan masyarakatnya.

Integrasi semacam ini sangat penting dalam membangun bangsa yang kuat dan makmur. Persatuan di negara tidak berarti jenis kesatuan yang berasal dari persamaan ras dan budaya. Persatuan tersebut tidak perlu harus sama untuk setiap individunya, meski ada perbedaan besar, setiap individu diperbolehkan menjaga dan melestarikan budayanya sendiri dengan tetap menghargai budaya individu yang lain.

Indonesia merupakan bangsa yang sangat luas baik dari segi wilayah, budaya, serta kekayaan alamnya. Pada satu sisi hal tersebut akan membawa dampak positif bagi bangsa, karena kita dapat memanfaatkan kekayaan alam Indonesia ini dengan bijak atau mengelola budaya-budaya yang melimpah untuk kesejahteraan rakyat. Tetapi perbedaan budaya dapat mengakibatkan benturan politik.

Apalagi perbedaan agama atau politik serta hambatan komunikasi antara warga negara yang berbicara dengan dialek atau bahasa yang berbeda dapat memberi jarak pembatas antar dua kelompok. Hal itu akan menimbulkan rasa persaingan yang tinggi antar suku.

Integrasi Nasional di Indonesia dimulai dengan garis besar perbedaan historis dan geografis antara daerah-daerah di Indonesia.

Ini ditutup dengan sebuah catatan tentang bagaimana tujuan integrasi telah mempengaruhi kebijakan pemerintah, terutama dalam pembangunan ekonomi, dan seberapa efektifnya mereka. Tapi sebagian besar diambil oleh presentasi statistik dari sensus tahun 1980.

Integrasi Nasional di Indonesia merupakan potret sejarah yang menarik, meski terbatas. Para sejarawan membuat beberapa perbandingan dengan sensus 1971, tapi akan lebih baik melihat presentasi serupa dari data yang lebih baru.

Ada banyak kekuatan yang menghalangi integrasi nasional. Seringkali orang memiliki perasaan yang sangat kuat tentang agama dan bahasa mereka sendiri dan menentang pendapat orang lain. Perasaan seperti itu menyebabkan bentrokan antara sekte yang berbeda. Peristiwa semacam itu merusak persatuan dan terbukti menjadi penghalang bagi kemajuan suatu negara.
Integrasi nasional berarti menyisir semua bangsa ke dalam satu kesatuan. Ini adalah sentimen tertentu yang mengikat semua orang dalam satu ikatan biasa tidak peduli apa agama, bahasa atau sejarah mereka.

Ini adalah kekuatan dimana semua jenis orang hidup bersama secara damai dan dapat mengidentifikasi diri mereka sebagai bagian dari satu kesatuan. Anda adalah orang Indonesia. Indonesia adalah milik anda dan perasaan yang paling mendasar ini merupakan dasar integrasi nasional.

Faktor-faktor pendorong integrasi nasional

1. Faktor sejarah yang menimbulkan rasa senasib dan seperjuangan.
2. Keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.
3. Rasa rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara, sebagaimana dibuktikan oleh para pahlawan terdahulu yang gugur di medan perjuangan melawan penjajahan.

Faktor-faktor penghambat integrasi nasional

1. Masyarakat Indonesia yang beraneka ragam dalam faktor-faktor suku bangsa serta dengan masing-masing budaya daerah dan keragamannya.
2. Wilayah negara yang begitu luas yang terdiri atas ribuan kepulauan yang dipisah oleh lautan luas menghambat komunikasi antar suku satu dengan suku lain yang hidup dalam daerah yang berseberangan.
3. Besarnya ancaman yang membahayakan kesatuan bangsa baik dari dalam maupun luar negeri.

Contoh wujud integrasi nasional

1. Menghormati umat minoritas dan menghargai budaya yang mereka miliki menjadi salah satu modal utama integrasi nasional.
2. Sikap menghargai dan merasa ikut melestarikan kebudayan daerah lain. Dengan mau mempelajari budaya daerah lain, kita baru saja meningkatkan jiwa integrasi yang kita miliki. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah seperti; remaja Jawa atau Sumatra, belajar tarian daerah Maluku Utara di Indonesia lalu mengikuti lomba yang diadakan.

Perlu di ketahui bersama, bahwa posisi silang negara Indonesia tidak hanya meliputi aspek kewilayahan saja, namun banya hal atau aspek lainnya, Antara lain:
* Ideologi Indonesia berada pada persimpangan komunisme dan liberalisme.
* Demokrasi Pancasila umumnya berada antara demokrasi rakyat dan demokrasi liberal.
* Ekonomi Indonesia kini ada diantara sistem ekonomi sosialis dan sistem ekonomi kapitalis.
* Masyarakat Indonesia masih terbagi dalam masyarakat sosialis dan masyarakat individualis.
* Kebudayaan Indonesia dinatara kebuadayaan timur di utara dan kebudayaan barat di selatan.

Apa sebenarnya yang menjadi ancaman bagi integrasi nasional sebuah Negara? Ancaman bagi integrasi nasional datang dari berbagai arah, baik luar maupun dari dalam negeri sendiri. Ancaman tersebut biasanya berupa ancaman militer dan non-militer.

Ancaman Militer
Ancaman militer berkaitan dengan ancaman yang mengancam kedaulatan suatu Negara. Karena ancaman militer menggunakan kekuatan militer suatu Negara, ancaman militer dikenal sebagai kegiatan agresi yang tidak dapat ditolerir.

Ancaman militer dapat berupa agresi/invasi, pemberontakan bersenjata yang dilakukan kelompok radikal, sabotase terhadap fasilitas suatu negara, spionase, dan ancaman keamanan laut dan udara suatu negara.

Ancaman militer suatu negara yang dikategorikan mengancam kedaulatan Negara lain, keutuhan wilayah, dan keselamatan rakyat mempunyai bentuk-bentuk mulai dari yang berskala besar hingga yang skala kecil.

Ancaman Non Militer
Ancaman non-militer pada hakikatnya ancaman yang menggunakan faktor-faktor non-militer. Yang mengancam kesatuan suatu bangsa dan keberadaan suatu bangsa. Ancaman ini salah satunya disebabkan oleh pengaruh negatif globalisasi. Globalisasi yang menghilangkan batas antara bangsa secara langsung ataupun tidak telah memberikan dampak negatif yang kemudian menjadi ancaman bagi keutuhan sebuah negara, termasuk Indonesia sendiri.

Ancaman non-militer diantaranya dapat mempengaruhi ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya suatu negara.

Demikian yang telah disampaikan. Sebagai seorang warga Indonesia sudah sewajibnya kita mengemban tugas sebagai pelindung dan pembela Tanah Air. Jangan biarkan agama, ras, dan budaya jadi alasan untuk memecah belah.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian Integrasi Nasional, Faktor-Faktor dan Contohnya