Situs kumpulan pengertian dan contoh artikel

Pengertian Narkoba, Golongan, Jenis dan Dampaknya

Pengertian Narkoba dan Dampaknya - Narkoba sampai dengan saat ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan masyarakat. Narkoba tidak hanya membuat seseorang mengalami ketergantungan, namun juga akan mengakibatkan perubahan fisik, tingkah laku dan kesehatan.
Pengertian Narkoba, Golongan, Jenis dan Dampaknya

Untuk lebih memahami mengenai narkoba dari sisi pengertian narkoba, golongan, jenis dan penyebab seseorang menjadi terjerumus kedalam narkoba,  berikut telah kami rangkung penjelasan mendetailnya. Selamat disimak.

Pengertian Narkoba

Kurniawan (2006) berpendapat,  pengertian narkoba adalah merupakan zat kimia yang memiliki kemampuan untuk merubah kondisi psikologi yaitu pikiran, suasana hati, perasaan dan perilaku dari seseorang yang telah megalami ketergantungan.

Dari sisi medis, narkoba adalah adalah zat psikotropika yang berfungsi untuk membius pasien sebelum menjalani prosedur operasi agar pasien tidak meras sakit selama menjalani operasi. Ketika narkoba digunakan tanpa pengawasan dari tenaga medis dan digunakan secara berlebihan dapat mengakibatkan dampak berbahaya bagi kesehatan.

Sementara itu, pengertian narkoba berdasarkan Undang-Undang RI No. 22 tahun 1997 adalah zat psikoaktif yang akan mempengaruhi cara kerja otak sehingga mengakibatkan perubahan seperti perubahan pada perilaku, perasaan, pemikiran, persepsi dan kesadaran. 

Golongan Narkoba

Berdasarkan Undang - Undang RI No. 22 tahun 1997 narkoba dikelompokan menjadi tiga golongan, yaitu:

1. Golongan Opiat    : Heroin dan morfin
2. Golongan Kanabis    : Ganja
3. Golongan Amfetami    : Shabu dan ekstasi

Jenis-jenis Narkoba

Narkoba yang terdapat diseluruh dunia terdiri dari berbagai macam jenis dan bentuk. Berikut beberapa jenis narkoba ada di Indonesia dan sering disalahgunakan.

1. Heroin
Di Indonesia, heroin dikenal dengan banyak nama seperti putaw, BT, Brown Sugar. Heroin adalah senyawa kimia simisintetik dari jenis asetil-morfin. Senyawa asetil-morfin berasal dari getah tanaman paraver somniferum.  Heroin akan langsung memberikan efek ketagihan pada saat pertama kali digunakan dan memberikan efek seperti perasaan bersemangat, menghilangkan rasa nyeri.

Namun pada saat heroin digunakan secara berlebihan dan dalam waktu yang lama akan mengakibatkan penurunan berat badan sehingga tubuh menjadi kurus dan pucat, kekurangan gizi, impotensi, radang paru-paru, kelainan pada hati, empedu dan ginjal. Selain itu heroin yang digunakan dengan cara menggunakan jarum yang dipakai secara bergantian dapat meningkatkan resiko hepatitis, AIDS, HIV.

Berdasarkan Undang - Undang No. 22 Tahun 1997 heroin termasuk ke dalam gologan satu yang artinya selain untuk kepentingan penelitian, penggunaan heroin dilarang. Berdasarkan pasal 85, para pengguna narkoba jenis heroin yang digunakan untuk kepentingan pribadi akan dikenakan pidana penjara maksimal selama 4 tahun.


2. Ekstasi
Ekstasi memiliki banyak nama seperti inex, xtc, hug drug, yuppie drug, essence, clarity. Ekstasi atau dalam istilah kimia disebut dengan methylene dioxy methamphetamine (ndma) adalah golongan dari designed substance yang merupakan senyawa yang dibuat dengan menggunakan proses kimia. Ekstasi tidak pernah digunakan dalam ilmu kedokteran.

Efek ekstasi dapat langsung dirasakan setelah setangah jam sejak ekstasi dikonsumsi dan efek tersebut akan berlangsung selama tiga sampai dengan empat jam. Ekstasi akan memberikan efek seperti rasa empat yang tinggi, nafsu makan berkurang, meningkatnya rasa percaya diri, gerak tubuh yang tidak terkendali, keringat berlebih, penglihatan kabur serta meningkatnya tekanan darah yang disertai dengan denyut nadi dan jantung yang bertambah cepat..

Dalam jangka panjang, ekstasi akan mengakibatkan halusinasi, kesulitan untuk berkonsetrasi, kesulitan tidur, sering mengalami mimpi buruk, depresi, mudah marah, mudah merasa tersinggung dan sering melakukan kekerasan yang disebabkan karena masalah sepele.

Menurut Undang - Undang No. 5 Tahun 1997, ektasi termasuk dalam golongan 1 dimana para penggunanya akan dikenakan pidana penjara minimal selama empat tahun dan maksimal selama lima tahun dan denda minimal sebanyak Rp. 150.000.000 atau maksimal sebanyak  Rp. 750.000.000.

3. Ganja
Ganja memiliki banyak nama seperti gelek, cimeng, buddha stick, mary jane. Ganja adalah jenis narkoba yang berasal dari tanaman kanabis sativa dengan kandungan zat kimia yaitu tetrahydrocannabinol didalamnya.

Berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1997, ganja hanya boleh dipergunakan dalam ilmu kedokteran saja. Apabila ganja digunakan secara berlebihan maka akan menyebabkan gejala seperti mata merah, mulut kering, kecemasan berlebih, selalu merasa curiga, napsu makan bertambah, detak jantung meningkat.

4. Kokain
Kokain merupakan zat adiktif yang termasuk dalam keluarga alkaloid. Alkaloid berasal dari tanamana erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan. Kokain akan membuat para penggunanya menjadi tidak mudah lelah.

Dampak buruk dari mengkonsumsi kokain dalam jangka panjang dan dalam jumlah yang besar akan mengakibatkan perasaan gelisah, meningkatnya denyut nadi dan detak jantung, keringat berlebih serta meningkatkan resiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah.

Faktor Penyebab Penyalahgunaan Narkoba

Banyak hal yang menjadi penyebab seseorang menjadi pecandu narkoba, diantaranya ;

1. Rasa Penasaran
Narkoba akan langsung memberikan efek ketagihan disaat pertama kali menggunakannya sehingga sebagian dari mereka yang pada awalnya hanya berniat mencoba karena rasa penasaran pada akhirnya ikut terjerumus karena tidak bisa mengendalikan efek ketagihan.

2. Keluarga
Kesibukan orang tua sehingga tidak bisa memiliki waktu untuk memperhatikan  perkembangan anak, kekerasan dalam rumah tangga seperti pertengkaran orang tua yang terjadi atau dilihat oleh anak akan membuat anak merasa tidak aman dan nyaman berada dirumah,

Akibatnya adalah anak akan mencari tempat pelarian yang membuatnya merasa nyaman dan aman dan bukan hal yang mustahil apabila kelompok pecandu menjadi tempat yang dinilai nyaman dan aman sehingga secara perlahan anak juga ikut menjadi pecandu.

3. Pergaulan
Seseorang akan kembali melakukan proses pembelajaran dengan melalui proses observasi terhadap perilaku dari orang-orang yang berada disekitarnya dengan cara melihat dan belajar untuk melakukannya.

Hal ini akan semakin semakin diperparah apabila orang tersebut tidak memiliki hubungan yang baik dengan keluarganya sehingga sebagian besar waktunya dihabiskan bersama dengan teman-temannya yang sebagian besar adalah pengguna narkoba.

Secara perlahan dia akan mulai mencoba karena adanya dorongan dari teman-temannya. Mungkin pada awalnya hanya untuk memenuhi keinginan dari teman-temannya. Namun hal tersebut tidak akan cukup karena teman-temannya akan terus-menurus menyuruhnya untuk menambah dosis sehingga pada akhirnya akan mengalami ketergantungan.

4. Perasaan Tertolak
Sebagian dari mereka yang terjerumus dengan narkoba karena adanya perasaan tertolak dari orang sekitarnya seperti orang tua yang lebih menyayangi adik yang dinilai lebih pintar dan lingkungan sekitarnya yang juga membandingkannya dengan adiknya. Perasaan tersebut lama-kelamaan akan mendorongnya untuk mencari tempat yang menurutnya bisa menerima dirinya.

Ketika menemukan tempat itu, maka segala sesuatu akan dilakukannya termasuk menggunakan narkoba. Tujuannya adalah agar dapat diterima menjadi bagian dalam kelompok tersebut.

Dampak Penggunaan Narkoba

1. Dampak pemakai narkoba pada fisik
  • Kerusakan system syaraf (neurologis) seperti: halusinasi, kejang-kejang,  kerusakan syaraf tepi, gangguan kesadaran
  • Muka menjadi pucat
  • Mata kelihatan merah dan cekung
  • Penurunan berat badan secara instan
  • Jarang buang air besar atau kecil
  • Terdapat bintik merah pada tangan
  • Bibir yang menghitam
  • Suka tidur.

2. Dampak pemakai narkoba pada psikis
  • Ceroboh dalam bekerja, lamban dan suka gelisah
  • Pemakai akan membangkang jika di tegur
  • Mudah bosan dan agresif
  • Suka menghayal, apatis, penuh curiga
  • Tindakan yang emosional.

3. Dampak  pemakai narkoba pada kesehatan
  • Gangguan peredaran darah, infeksi akut otot jantung
  • Alergi, eksim, penanahan (abses)
  • Sulit bernafas, penekanan fungsi pernapasan,  pengerasan jaringan paru-paru
  • Suhu tubuh meningkat, sering sakit kepala, mual dan muntah,
  • Gangguan fungsi seksual, Penurunan fungsi hormon reproduksi
  • Dapat tertular penyakit yang ganas yaitu hepatitis B, C, dan HIV, silahkan lihat Bahaya HIV AIDS
  • Over dosis yang akan menyebabkan kematian.

4. Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap lingkungan sosial
  • Dikucilkan lingkungan, gangguan mental
  • Merepotkan bagi semua orang dan menjadi beban orang tua
  • Masa depan suram dan pikiran menjadi rusak.
 
Salah satu hal yang paling menakutkan dari narkoba adalah meningkatnya resiko gangguan kesehatan yang terjadi dimasa depan. Sebagian besar mantan pencandu narkoba harus menderita penyakit serius akibat mengkonsusmi narkoba dimasa lalunya. Semoga dengan membaca ulasan tentang pengertian norkoba dan seluk beluknya diatas, bisa membuat anda berpikir 1000x jika ditawari barang haram tersebut.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian Narkoba, Golongan, Jenis dan Dampaknya