Dalam Pertumbuhan dan Perkembangan Embrio Sel telur yang sudah dibuahi akan membentuk zigot. Zigot hasil pembuahan akan bergerak menuju rahim dah menempel pada dinding rahim, peristiwa ini disebut implantasi Zigot yang telah menempel pada dinding rahim akan mengalami pembelahan dan tumbuh menjadi embrio. Embrio di dalam rahim dilindungi oleh kantong yang berisi cairan atau air ketuban yang disebut amnion. Fungsi amnion untuk melindungi embrio dari kekeringan dan goncangan.
Di dalam rahim embrio memperoleh makanan dan oksigen dari ibunya melalui plasenta. Plasenta mempunyai fungsi, antara lain:
a. mengalirkan makanan dan oksigen dari ibu ke janin,
b. mengalirkan zat-zat sisa metabolisme dari janin ke ibu,
c. melindungi janin dari kuman penyakit dan zat racun,
d. mengalirkan antibodi dari ibu ke janin.
Di dalam rahim embrio memperoleh makanan dan oksigen dari ibunya melalui plasenta. Plasenta mempunyai fungsi, antara lain:
a. mengalirkan makanan dan oksigen dari ibu ke janin,
b. mengalirkan zat-zat sisa metabolisme dari janin ke ibu,
c. melindungi janin dari kuman penyakit dan zat racun,
d. mengalirkan antibodi dari ibu ke janin.
Selama kehamilan hormon progresteron dan estrogen tetap di produksi, sedang hormon FSH dan LH dihambat, sehingga perkembangan folikel dalam ovarium terganggu.
Mendekati persalinan hormon progresteron mulai berkurang sekresinya. Hormon yang berperan dalam persalinan mulai di produksi, antara lain:
a. Hormon estrogen, berfungsi mengatasi pengaruh hormon progresteron yang menghambat kontraksi dinding rahim.
b. Hormon prostaglandin, berfungsi mengatasi pengaruh hormon estrogen.
c. Hormon oksitosin, berfungsi memengaruhi kontraksi dinding uterus.
d. Hormon relasin, berfungsi memengaruhi peregangan otot pada simfisis pubis.
Setelah kelahiran hormon yang berperan adalah prolaktin dan oksitosin. Prolaktin berperan meningkatkan produksi ASI. ASI pertama kali mengandung kolostrum yang banyak mengandung antibodi untuk imunitas bayi.
Mendekati persalinan hormon progresteron mulai berkurang sekresinya. Hormon yang berperan dalam persalinan mulai di produksi, antara lain:
a. Hormon estrogen, berfungsi mengatasi pengaruh hormon progresteron yang menghambat kontraksi dinding rahim.
b. Hormon prostaglandin, berfungsi mengatasi pengaruh hormon estrogen.
c. Hormon oksitosin, berfungsi memengaruhi kontraksi dinding uterus.
d. Hormon relasin, berfungsi memengaruhi peregangan otot pada simfisis pubis.
Setelah kelahiran hormon yang berperan adalah prolaktin dan oksitosin. Prolaktin berperan meningkatkan produksi ASI. ASI pertama kali mengandung kolostrum yang banyak mengandung antibodi untuk imunitas bayi.